Wahai Pebisnis, Inilah Perbedaan Brand dan Merek Yang Harus Anda Ketahui

Sumber: Freepik

Apakah anda tahu apa itu merek? Bagaimana dengan brand? apakah anda tahu perbedaan diantara merek dan brand?

Keduanya adalah “barang” berbeda, namun tak sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang sama. Kebanyakan pebisnis bisa membuat merek, tapi hanya sedikit pebisnis yang bisa membangun brand. Berikut ini perbedaan brand dan merek yang harus anda ketahui.

Pengertian Brand dan Merek

Pakar branding Subiakto mengatakan, merek adalah nama yang tersemat dalam suatu barang sedangkan brand adalah merek yang sudah tersemat di benak orang-orang.

Brand Lebih Jauh Dari Merek

Banyak pebisnis yang bisa membuat merek, tapi hanya sedikit pebisnis yang bisa membangun brand. Hal ini karena menyematkan nama pada suatu produk adalah hal yang mudah, namun membuat nama yang tersemat tersebut menjadi diingat oleh orang adalah hal yang sulit.

Banyak sekali kita melihat merek-merek produk bertebaran di pasar online maupun offline. Tapi hanya sedikit yang benar-benar nyantol di hati pelanggan.

Contoh Sederhana: Brand dan Merek

Sumber: Freepik

Coba anda bayangkan sedang merintis usaha penjualan ayam fried chicken bernama “Ayam Lezat”. Lalu anda mendesain logo sedemikian rupa. Bayangkan pula anda membagikan sampel kepada orang-orang terdekat anda.

Kira-kira, sebelum orang-orang tersebut memakan ayam jualan anda, apakah mereka sudah bisa membayangkan seperti apa kelezatan dan kegurihan Ayam Lezat anda?

Jika belum, itu tandanya usaha anda sudah memiliki merek bernama “Ayam Lezat”, namun belum memiliki brand.

Sekarang bayangkan anda membelikan orang-orang terdekat anda makanan untuk berbuka puasa. Anda memutuskan untuk memesan ayam goreng KFC.

Kira-kira, sebelum orang-orang tersebut memakan makanan yang anda beli, apakah mereka sudah bisa membayangkan seperti apa kualitas ayam yang akan mereka makan?

Jawabannya pasti iya. Karena, produk ayam goreng KFC sudah memiliki brand yang kuat di pasar Indonesia.

Itu sebabnya, orang-orang yang anda belikan KFC tadi nampak seperti sudah “kenal”, bahkan sudah “paham benar” bagaimana rasa dan kualitas ayam yang dihadirkan KFC.

Kesimpulannya, dalam berusaha jangan sampai kita hanya membuat merek saja namun lupa membangun brand.

Jangan sampai anda tidak bisa membedakan diantara keduanya dan hanya membangun merek saja. Padahal yang berperan dalam “menjual” barang ke pelanggan adalah brand dari usaha anda.

Nah, itulah insight yang bisa Tebi berikan pada kesempatan ini. Bagi yang ingin terus menambah ilmu dan wawasan mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan ekonomi ikuti terus artikel Tebi ini, ya! Semoga bermanfaat.

 

 

Related Posts

Tinggalkan komentar