Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas, Mana Yang Lebih Berguna?

Designed by Freepik

Menurutmu mana yang lebih penting, laporan laba rugi atau laporan arus kas?

Jika menurutmu laporan laba rugi lebih penting daripada laporan arus kas, maka sayang sekali jawabanmu salah. Sebaliknya, jika kamu berkesimpulan bahwa laporan arus kas lebih penting dari laporan laba rugi, maka jawabanmu juga salah.

Bingung? Jangan. Hal ini sebenarnya bisa dijelaskan dengan alasan yang cukup sederhana: laporan laba rugi dan laporan arus kas sama pentingnya karena keduanya mengandung informasi yang berbeda.

Laporan Laba Rugi vs Laporan Arus Kas

Jadi, keberadaan kedua laporan tersebut sama krusialnya. Yang jadi pembeda adalah bagaimana laporan tersebut dapat menyajikan informasi sesuai dengan apa yang sedang kamu butuhkan saat ini.

Jika kamu ingin melihat pendapatan dan beban usahamu, maka kamu harus melihat laporan laba rugi. Sebaliknya, jika kamu menginginkan informasi mengenai pemasukan dan pengeluaran kas, maka laporan arus kas adalah yang kamu butuhkan.

Untuk bisnis berbasis tunai dimana tidak ada transaksi yang bersifat utang-piutang, maka laba/rugi usaha (laporan laba rugi) akan memiliki nilai yang sama dengan arus kas dalam laporan arus kas.

Sederhananya, jika usahamu hanya terdiri dari transaksi tunai dan laba usahamu hari ini sebesar Rp 100, maka arus kasmu juga akan menunjukkan positif Rp 100. Sebaliknya, jika terjadi rugi usaha sebesar Rp 100 maka di saat yang sama arus kasmu bernilai negatif Rp 100.

Namun, rumus perhitungan di atas tidak dapat dipakai untuk bisnis yang memiliki transaksi non-tunai. Misalnya, pada hari ini kamu menerima order dari pelanggan sebesar Rp 1.000.

Berdasarkan negosiasimu dan pelanggan, kamu harus mengirimkan barang daganganmu hari ini juga. Sedangkan pelangganmu baru akan melunasi pembayaran setelah barang sampai ke tempatnya (estimasi satu hari pengiriman).

Dari transaksi tersebut, kamu bisa menambahkan pendapatan usaha sebesar nilai transaksi (Rp 1.000) langsung pada hari ini. Naiknya pendapatan otomatis akan menambahkan laba usahamu di laporan laba rugi sebesar Rp 1.000.

Namun, kamu tidak bisa menambahkan penerimaan kas di hari ini. Mengapa? Karena secara riil kamu belum menerima uang sepeserpun dari transaksi tersebut. Kamu baru akan menerimanya besok.

Dari sini, kita bisa melihat adanya gap antara laporan laba rugi dan laporan arus kas yang disebabkan oleh transaksi non-tunai. Dari kasus ini kita dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

Laporan laba rugi menjelaskan baik/buruknya “performa” usaha kita. Ditunjukkan dari bagaimana keberhasilan kita untuk meningkatkan pendapatan/omzet dan bagaimana keberhasilan kita menekan biaya/beban usaha.

Performa usaha yang digambarkan laporan laba rugi hanya melihat berapa banyak/besar penjualan dan berapa banyak/besar beban tanpa memedulikan apakah penjualan dan beban tersebut dilakukan secara tunai atau non-tunai.

Laporan arus kas menggambarkan seberapa sehat arus kas dari usaha kita. Jika arus kas kita selalu menunjukkan perubahan positif, maka dapat dikatakan usaha kita memiliki arus kas yang sehat.

Dari pelajaran mengenai gap antara laporan laba rugi dan laporan arus kas, dapat disimpulkan bahwa besarnya laba usaha belum tentu berbanding lurus dengan besarnya kas yang kita dapatkan.

Bisa jadi kas yang kita dapatkan lebih kecil daripada laba usaha. Biasanya hal ini terjadi karena kita tidak mengelola piutang dengan baik sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan seperti pelanggan kabur tanpa membayar dan lupa untuk menagih/mengingatkan pelanggan untuk membayar piutang yang menyebabkan piutang tak tertagih.

Kesimpulannya, laporan laba rugi menyediakan informasi mengenai performa usaha, sedangkan laporan arus kas menceritakan tentang kesehatan kas usaha. Mana yang lebih penting? Itu semua tergantung dengan kebutuhanmu saat ini.

Kurang lebih itulah insight yang bisa Tebi bagikan dalam artikel ini. Bagi yang ingin terus menggali pengetahuan dan wawasan mengenai keuangan, bisnis, dan ekonomi ikuti terus artikel Tebi, ya! Semoga bermanfaat.

Related Posts

Tinggalkan komentar