Ingin Berhemat Saat Bulan Ramadhan? Hindari Hal-Hal Berikut Ini

Sumber: Freepik

Saat Bulan Ramadhan tiba, seketika tiap orang menjadi semakin konsumtif. Bagi anda yang ingin berhemat di Bulan Ramadhan, berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya anda hindari jika tidak ingin kantong anda bolong.

Kurang Persiapan

Anda pasti sadar bahwa dari tahun ke tahun, harga barang-barang (terutama makanan pokok) akan melonjak pesat saat Ramadhan.

Ada baiknya anda menjadi selangkah lebih maju dengan menyetok barang-barang “persiapan” ramadhan seperti beras, minyak, cabe, dan lain-lain jauh-jauh hari sebelum Ramadhan tiba.

Berlebih-Lebihan Dalam Berbuka

Rasa lapar dan dahaga yang kita alami seharian seringkali membuat kita tidak rasional dalam menentukan kuantitas menu berbuka.

Banyak orang yang ingin momen berbukanya menjadi begitu spesial dengan menu berbuka yang banyak dan mewah.Alangkah baiknya jika kita bisa lebih bijak dalam menentukan pilihan berbuka.

Toh sekosong-kosongnya perut kita, pasti ada batasnya dan tidak bisa diisi lebih. Semahal-mahalnya makanan berbuka kita, rasanya hanya sampai batang kerongkongan saja.

Gelap Mata Menghadapi Promo

Coba anda lihat di sekeliling anda, di pasar, mall, toko online, semuanya akan memberikan promo besar-besaran saat Ramadhan.

Apalagi saat mendekati Idul Fitri, tulisan “diskon 80%” bukan lagi menjadi pemandangan yang jarang ditemui.

Hati-hati, jika anda tidak memiliki keteguhan hati, bisa jadi anda akan membeli banyak barang yang anda dan keluarga tidak butuhkan.

Perasaan “sayang, kalau setelah Ramadhan pasti diskonnya habis” akan menjadi petaka bagi keuangan anda. Tetaplah rasional dalam berbelanja, belilah apa yang benar-benar anda butuhkan.

Tradisi “Bukber”

Berbuka bersama kerabat dan teman-teman tentunya menjadi momen penyambung silaturrahim. Hal ini akan menjadi kegiatan yang sering anda lakukan di Bulan Ramadhan. Tapi, jika dilakukan secara berlebihan maka efeknya akan segera dirasakan oleh “kantong” anda.

Batasi diri anda untuk mengikuti buka bersama di restoran-restoran yang jauh dan mahal. Sebaliknya, sarankan kepada teman-teman anda untuk buka bersama di rumah anda, atau teman-teman yang lain secara bergantian.

Bukankah inti dari silaturrahim adalah kebersamaannya? Dan bukankah kebersamaan lebih mudah dirasakan di rumah yang syahdu dibandingkan restoran atau tempat lainnya yang bising?

Intinya, banyak sekali “tradisi” dan hal-hal yang memang akan aneh jika tidak dilakukan di Bulan Ramadhan seperti berbuka dengan mewah dan dalam porsi besar, mengejar diskon dan promo, sampai dengan buka bersama.

Tugas anda adalah memaknai hakikat sebenarnya dibalik tradisi-tradisi itu dan menemukan alternatif lain yang tidak mengubah makna, lebih banyak manfaatnya, dan lebih kecil keburukannya.

Nah, itulah insight yang bisa Tebi bagikan pada kesempatan ini. Bagi yang ingin menambah pengetahuan dan wawasan di bidang ekonomi, bisnis, akuntansi, dan keuangan ikuti terus artikel Tebi ini, ya!

 

 

Related Posts

Tinggalkan komentar